Uji Normalitas: Beribu Jalan Menujunya

Setelah melakukan uji validitas, hal pengujian data berikutnya ialah uji normalitas, untuk menguji apakah ada data yang menyelisihi keumuman/trend atau tidak. Menurut Imam Ghozali, Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Seperti diketahui bahwa uji t mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Kalau asumsi ini dilanggar maka uji statistik menjadi tidak valid untuk jumlah sampel kecil. Cara-cara menganalisisnya:Read More »

Uji Validitas, Dua Kisah

Bismillah,

Ada dua cara dalam melakukan uji validitas: Product Moment/Pearson Correlation dan Corrected Total Item Correlation (CTIC). Manakah yang harus digunakan?

  1. Jika jumlah sampel dibawah 30, maka gunakan Pearson Moment, karena metode ini lebih longgar daripada CTIC.
  2. Jika jumlah sampel diatas 30, maka gunakan CTIC, karena metode ini sangat ketat daripada Pearson Moment.

Read More »

Isu-isu Kontemporer Manajemen Dakwah

Berangkat dari diskusi hari itu (Selasa, 25 April 2017) mengenai isu-isu kontemporer yang diselenggarakan oleh SCREMD, pembahasan lain saya rasa diperlukan guna memperluas topik cabang dari prodi manajemen dakwah. Memang benar panelis telah menyapaikan beberapa pandangannya mengenai isu-isu kontemporer. Namun menurut hemat saya, isu-isu yang dibawakan masih pada tataran surface (permukaan) atau mungkin bahkan jauh dari grand maps manajemen dakwah.

Pada topik ini saya ingin membahas isu-isu kontemporer manajemen dakwah dari dua sudut pandang dasar: manajemen dan dakwah.Read More »