Knowing is Pricing

Menarik ketika saya reply kembali Sherlock Holmes Series, Session 1 Episode 2: The Blind Banker.
Ketika seorang Bankir jatuh cinta dengan sekertarisnya. Bankir yang juga mempunyai bisnis sampingan berupa penyelundup barang antik dari China. Lalu ditemukan ia tak bernyawa di apartemennya.

Ia diduga mencuri barang selundupan dari sindikat bisnisnya yang akhirnya menyebabkan ia dibunuh oleh mereka.

Unik, kembali pada kisah cintanya dengan si sekertaris. Si sekertaris dan si bankir pada awalnya saling memberikan kode lalu semacam tersambung 2 macam device ini. Sampai pada akhirnya mereka berencana kencan saat akhir pekan lalu tiba-tiba si bankir pergi ke China untuk menjalankan bisnis sampingannya: sebagai penyelundup. Maka si sekertaris merasa seperti diberi harapan palsu dan sebatas hubungan yang belum dimulai.

Sepulang dari China selain mengambil barang selundupan ia juga memberi oleh-oleh untuk si sekertaris berupa hairpin/ tusuk konde. Si sekertaris pun masih menganggap bahwa hubungannya mungkin tidak serius dan hanya semacam percakapan hangat singkat. Lalu beberapa hari setelahnya, bankir itu dibunuh sindikatnya karena diduga mencuri barang antik senilai 9 juta Poundsterling.

Sampai pada akhirnya Sherlock berhasil melacak pembunuh si bankir dan menyadari benda apa yg sebenarnya diinginkan kembali oleh sindikat tersebut. Setelah penangkapan anak buah dari sindikat selesai, datanglah ia ke Bank dimana si bankir & sekertarisnya bekerja dan menanyakan beberapa pertanyaan pada sekertaris mengenai hubungan mereka. Lalu Sherlock mengatakan bahwa si bankir memiliki perasaan pada sekertaris, yang itu tidak diketahui oleh si sekertaris.
“Darimana kau menyimpulkan seperti itu?”
“Ia memberimu oleh-oleh dari China, boleh kulihat?”
Dilepaslah hairpin yg dikenakannya lalu diberikan ke Sherlock. “Dia serius denganmu, benda ini adalah buktinya”
“Yaaa, entah darimana ia membelinya. Mungkin di pasar loak. Emang seberapa berharga sih?” tanya si sekertaris.
“9 juta poundsterling” jawab Sherlock.
Si sekertaris pun berdiri terkaget tergopoh-gopoh menyadari bahwa tusuk kondenya itu adalah benda antik yang mahal dan dicari-cari sindikat..!
Luar biasa.

Apa pelajaran yang bisa kita ambil dari film ini?
Kadang karena kesibukan aktivitas dan kesibukan berfikir, juga karena sibuknya mencari jati diri, atau sibuk mencari pengakuan dari orang lain atau all those things that distracted us membuat kita lupa atau lebih tragisnya tidak tau bahwa apa yang berharga dalam hidup kita seperti yang dikatakan Smeagol di Lord of The Ring sebagai “My Precious” sebenarnya ada di sekeliling kita: sangat dekat. Atau bahkan apa yang kita pakai atau kita punya.
Your family is your precious.
Your life is your precious.
Your unique thought is your precious.
and the most important all of that is
Islam is your precious way of life.
Muhammad is your precious person.
and knowing and loving Allah is everything.

Sekarang, sudahkah anda mengetahui apa yang berharga dan sudah anda punya namun tidak anda ketahui? Maka ketauhilah..!
Ketahuilah sekarang, selagi waktu dan perasaan masih sehat. Jangan tunggu hingga anda kehabisan waktu atau mengetahui saat pengetahuan tiada lagi berguna.
Karena mengetahui adalah kunci menghargai.
——————
A. Rofiqi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s