The Essentials of Mosque Management

MANAJEMEN MASJID

A. Pengertian Manajemen Masjid

Manajemen secara bahasa berarti penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Secara terminologi, manajemen menurut Encyclopedia of the Social Science adalah suatu proses dengan mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi. Menurut George R. Terry, manajemen adalah pencapaian tujuan yang ditetapkan terlebih dahulu dengan mempergunakan kegiatan orang lain.[1] Henry Fayol, Alfin Brown, Harold Koontz dan Cyril O’Donnel, dan George R. Terry sepakat bahwa manajemen adalah ilmu sekaligus seni.

Manullang menyatakan bahwa manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, dan pengawasan sumber daya untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.[2] Secara sederhana, manajemen dapat dikatakan sebagai ilmu dan seni dalam melaksanakan fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan sumber daya untuk mencapai tujuan dengan efektif dan efisien. Efektif adalah melakukan hal yang benar, sedangkan efisien melakukan dengan benar.[3]

Masjid Secara bahasa, masjid [arab: مسجد] diambil dari kata sajada [arab: سجد], yang artinya bersujud. Disebut masjid, karena dia menjadi tempat untuk bersujud. Masjid secara istilah terdapat dua jenis, yaitu secara global dan khusus. Secara global, masjid berarti seluruh permukaan bumi yang dapat didirikan sholat padanya, dalam hadits Nabi ﷺ disebutkan:

… وجُعِلَت لي الأرض مسجداً وطهوراً، فأيُّما رجل من أمّتي أدركته الصلاة، فليصلِّ

”… seluruh permukaan bumi bisa dijadikan masjid dan alat bersuci untuk untukku. Maka siapapun di kalangan umatku yang menjumpai waktu shalat, segeralah dia shalat.” (HR. Bukhari 335 & Muslim 521)

Kemudian masyarakat Muslim menyetujui bahwa masjid adalah tempat khusus yang disiapkan untuk shalat 5 waktu. Sehingga tanah lapang tempat berkumpul untuk shalat id atau semacamnya, tidak dihukumi sebagai masjid. Lebih jelas lagi fatwa Lajnah Daimah menjelaskan, “batasan masjid yang digunakan untuk shalat 5 waktu oleh kaum muslimin secara berjamaah, adalah bangunan yang dikelilingi tembok atau kayu atau pelepah, atau bambu atau semacamnya. Inilah wilayah yang berlaku hukum-hukum masjid, seperti larangan larangan bagi wanita haid, nifas, atau orang junub untuk tinggal di dalamnya.” (Majmu’ Fatawa Lajnah Daimah, jilid 6, no. 221).[4]

Jadi, manajemen masjid dapat diartikan sebagai ilmu dan seni dalam melaksanakan fungsi-fungsi pengorganisasian, perencanaan, pengarahan dan pengawasan sumber daya untuk mencapai tujuan masjid dengan efektif dan efisien.

B. Manajemen Masjid

Sufa’at Mansur memberikan beberapa unsur dalam manajemen masjid, diantaranya ialah:
1. Pembentukan Pengurus, Susunan, dan rapat-rapatnya.
2. Pengurus Harian Masjid.
3. Bahagian Sekretariat dan Bahagian Keuangan.
4. Mengetahui Problematika Masjid.

Sedangkan untuk fungsi masjid, dibagi menjadi beberapa bagian yaitu:
1. Bahagian Bangunan.
2. Bahagian ibadah, Khususnya Sholat Jama’ah.
3. Bahagiaan Pembinaan Umat.
4. Bahagian Kegiatan Umat.
5. Remaja Islam Masjid.

 

Lain halnya dengan Rifa’i dan Fakhruroji yang membagi manajemen masjid menjadi 5 (lima) unsur, yaitu:
1. Organisasi dan Manajemen Masjid.
2. Administrasi Masjid.
3. Memanajemeni Imam, Khatib, dan Muadzin.
4. Menggerakkan Koperasi Masjid.
5. Hubungan Masjid dengan Lembaga Luar.

Selanjutnya, fungsi masjid menurutnya dibagi mejadi 6 (enam) macam yaitu sebagai tempat sholat, sosial kemasyarakatan, public, pendidikan, ekonomi, pengembangan seni dan budaya.

Tidak perlu dipertentangkan pendapat antara beberapa pakar tersebut, sebaliknya, yang perlu dilakukan adalah kolaborasi dan sinergi untuk dapat diterapkan di lapangan, menimbang pula bahwa kemampuan atau kapabilitas masing-masing masjid berbeda satu dengan lainnya, masjid di tengah perkotaan lebih memiliki sumber daya berupa sarana dan prasarana yang lengkap dibanding yang ada di desa, masjid yang ada di desa lebih memiliki sumber daya manusia yang solid daripada yang ada di perkotaan. Perlu diperhatikan bahwa penyusunan manajemen dapat disusun dengan mengenali 6 (enam) unsur utama manajemen, yaitu manusia, uang, material, mesin, metode, dan pasar.[5]

Secara sederhana, unsur-unsur dalam manajemen masjid dapat dirumusan sebagai berikut:

Unsur – unsur Manajemen Unsur – unsur Masjid
Manusia 1.    Takmir
2.    Muadzin
3.    Imam
4.    Khotib
5.    Jama’ah
Uang 1.    Infaq harian
2.    Infaq pekanan (Jumat)
3.    Infaq pengajian/ kajian
4.    Infaq sosial
5.    Infaq ramadhan
6.    Infaq ‘Ied
7.    Pembelanjaan sarana dan prasarana penunjang operasional
8.    Pembelanjaan kebutuhan kegiatan
9.    Pembelanjaan konsumsi kajian/ pengajian
10.             Uang transport
11.             Uang saku penceramah
Material 1.    Gedung masjid
2.    Perangkat audio
3.    Kipas angin
4.    AC
5.    Karpet
6.    Lampu
7.    Aksesoris
Mesin 1.    Sistem
2.    Norma
3.    SOP
4.    AD/ART
5.    Jurnal keuangan
6.    Rencana tahunan
7.    Rencana bulanan
8.    Rencana pekanan
Metode 1.    Komunikasi takmir
2.    Pengajian/ kajian
3.    Kegiatan TPA
4.    Kursus softskill
Pasar 1.    Warga sekitar masjid
2.    Musafir
3.    Umat Islam secara umum
4.    Orang-orang yang tertarik mempelajari Islam

 

Beberapa unsur tersebut dikelola melalui fungsi-fungsi manajemen, yaitu: pengorganisasian, perencanaan, penggerakkan/ pengarahan, dan pengawasan. Fungsi-fungsi tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:

Fungsi-fungsi Manajemen Aktivitas
1.      Pengorganisasian 1.      Pembentukan Ketakmiran. Setidaknya terdiri dari Ketua (Manajer), Sekertaris (Bagian Administrasi), dan Bendahara (Bagian Keuangan).
2.      Pembentukan Takmir atau Pengurus Harian
3.      Pembentukan Remaja Masjid
4.      Dewan Pengawas Masjid dari pihak masyarakat
2.      Perencanaan 1.      Kegiatan Harian: Sholat berjama’ah termasuk di dalamnya penentuan dan penjadwalan muadzin dan imam sholat fardhu. Piket kebersihan masjid. Pembuatan dan pemantauan akun sosial media masjid.
2.      Kegiatan Pekanan: Sholat Jum’at termasuk di dalamnya penentuan dan penjadwalan imam, khotib dan muadzin. Kajian rutin, pengajian TPA, kajian pekanan remaja, kursus-kursus keterampilan, komunikasi internal ketakmiran.
3.      Kegiatan Bulanan: Komunikasi internal ketakmiran.
4.      Kegiatan Tahunan: Kegiatan bulan Ramadhan, kegiatan hari besar/ ‘Ied. Evaluasi hasil kajian, pengajian dan pengajian TPA.
5.      Kegiatan dakwah: Mencakup pengumpulan infaq sosial dan pembagiannya. Pembuatan poster-poster dakwah. Pengelolaan dan dakwah melalui media sosial.
3.      Pengarahan 1.      Kegiatan harian secara langsung diurus oleh pengurus harian/ takmir harian dan remaja masjid.
2.      Kegiatan pekanan secara langsung diurus oleh ketakmiran dibantu oleh remaja masjid dan takmir harian.
3.      Kegiatan bulanan seperti rapat diurus langsung oleh ketakmiran.
4.      Kegiatan tahunan secara langsung diurus oleh ketakmiran, remaja masjid dan pengurus harian.
5.      Kegiatan dakwah secara langsung diurus oleh remaja masjid.
6.      Pembuatan SOP-SOP kegiatan dan operasional baik dalam level harian, pekanan, bulanan, tahunan maupun dalam kegiatan dakwah.
4.      Pengawasan 1.      Checklist kebersihan masjid
2.      Checklist rapat ketakmiran
3.      Checklist absensi muadzin, imam dan  khotib
4.      Jurnal pelaporan keuangan masjid
5.      Jurnal pelaporan infaq sosial
6.      Dokumentasi kegiatan
7.      Pembuatan laporan hasil belajar santri TPA

 

[1] M. Manullang, Dasar-Dasar Manajemen, (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2015), hlm. 3.
[2] Ibid., hlm. 5.
[3] sixsigmaindonesia.com, diakses tanggal 20 Juni 2016.
[4] Ammi Nur Baits, “Perbedaan Masjid dan Mushola”, KonsultasiSyariah.com, https://konsultasisyariah.com/21540-perbedaan-masjid-dan-mushola.html, diakses tanggal 21 Juni 2016.
[5] M. Manullang, Dasar-Dasar Manajemen, hlm. 5.

anda dapat mendownload dalam bentuk pdf disini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s