10 Karakter Pemimpin Sukses, Sudahkah Kamu Memilikinya?

Berikut teka-teki: beberapa pemimpin yang paling sukses di dunia akan mengakui bahwa mereka tidak lebih pandai, lebih beruntung, lebih berbakat, lebih indah, lebih istimewa, atau bahkan lebih percaya diri dari rekan-rekan mereka yang kurang berhasil.

Jadi hal apakah yang menuntun mereka ke arah keberhasilannya?

Semua orang ingin menjadi lebih sukses, sehingga ada banyak penelitian baik di luar sana, dan penelitian menunjukkan bahwa para pemimpin yang paling sukses adalah:

Percaya dan dapat dipercaya. Ilmuwan Manajemen Simon Sinek mengatakan bahwa pemimpin besar mampu membuat karyawan dan staf mereka merasa aman serta dapat menarik mereka dalam lingkungan rekan yang dapat dipercaya. Salah satu syarat pemimpin yang disebut dalam Al Quran adalah yang dapat dipercaya: QS.Yusuf:55.

Terhubung dengan pekerjaan secara emosional. Penulis Robert Greene telah mewawancarai dan menganalisis kehidupan orang-orang yang dia sebut “master” dan menemukan bahwa pemimpin yang paling sukses, secara emosional terhubung dengan pekerjaan mereka dan keberhasilan mereka. Menurutnya sukkses sering merupakan hasil dari ketahanan dan cinta terhadap apa yang Anda lakukan. Hal ini seperti yang diajarkan Al Quran pada surah Al Insyirah: 7-8.

Sensitif dan flexibile. Peneliti Jeffrey Pfeffer mempelajari pemimpin besar dalam sejarah dan mencatat bahwa pengakuan dan kepekaan terhadap kebutuhan orang lain, dan kemudian menjadi cukup fleksibel dalam menempatkan diri merupakan kunci kepemimpinan yang sukses. Hal ini seperti yang diteladankan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang mengerti keadaan orang-orang yang dipimpinnya, bahkan hingga ke masalah pernikahan, dapat dilihat pada hadits no. 5079 yang diriwayatkan oleh Al Imam Bukhari pada bab nikah.

Kreatif. Penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan orang akan mudah dalam melakukan segala sesuatu, tapi yang paling sukses di antara mereka adalah yang kreatif untuk melakukan apa yang terbaik. Hal ini telah dicontohkan para sahabat Nabi, mereka orang yang dididik langsung oleh Nabi, kualitas iman yang tinggi juga disertai etos kerja yang tinggi untuk produktif pada masalah duniawi, dapat dilihat pada kasus penyerbukan silang kurma (HR. Muslim no.1366).

Bersedia untuk gagal. Penulis Dan Schwabel mencatat bahwa pemimpin yang sukses memiliki kemauan untuk gagal – dalam rangka menuju kesuksesan. Mereka tidak menyerah ketika menghadapi kegagalan, melainkan menggunakannya sebagai pembelajaran menuju kesuksesan di masa depan. Dalam topik kegagalan, dapat kita baca dan resapi pada kisah hidup Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada awal-awal masa dakwah di Mekkah.

Pekerja keras. Penulis Richard St. John mewawancarai lebih dari 500 orang yang sukses, dan mencatat bahwa semua dari mereka bekerja berjam-jam. Tapi mereka menghindari kelelahan karena mereka mencintai apa yang mereka lakukan (lihat No 2). Mereka akan menghabiskan sebanyak 80% dari waktu mereka untuk melakukan pekerjaan yang mereka cintai, dan hanya 20% untuk mengerjakan pekerjaan yang tidak mereka senangi. Hal ini dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat, mereka adalah insan-insan yang sedikit tidur dan sangat produktif, bahkan Nabi dalam hadits riwayat Muslim no.4816 memerintahkan umatnya untuk bersungguh-sungguh dalam hal-hal yang mendatangkan manfaat bagi seorang muslim. Contoh lain dapat kita amati pada keberhasilan Shalahuddin Al Ayyubi dengan pasukannya yang menaklukan Yerussalem, yaitu dengan kerja keras.

Bahagia. Peneliti Harvard, Shawn Achor menemukan bahwa keberhasilan tidak menyebabkan kebahagiaan, bahkan sebaliknya, kebahagiaanlah yang dapat mengarahkan ke arah keberhasilan. Orang-orang yang dapat meningkatkan level kebahagiaannya pasti dapat meningkatkan level keberhasilannya. Mensyukuri setiap pemberian Allah Ta’ala akan menyebabkan diberikannya tambahan nikmat (QS. Ibrahim: 7), demikian pula dengan keberhasilan, pada hakikatnya keberhasilan adalah nikmat. Sehingga semakin banyak seseorang bersyukur (bahagia atas pemberian) maka semakin layak juga dia diberikan tambahan keberhasilan.

Pengadopsi awal. Menjadi yang pertama (trendsetter) memerlukan biaya yang mahal dan menguras banyak energi. Tapi menjadi peniru pertama memungkinkan untuk mengikuti tren kesuksesan, dan orang yang memulai kedua sebenarnya lebih mungkin untuk sukses. Sama dengan kisah para Khulafaur Rasyidin yang meneladani kepemimpinan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, mereka sukses menjaga Islam pada masa-masa keemasan

10X pemikir. Astro Teller, kepala Google X, mengatakan “Lebih mudah membuat sesuatu yang 10 kali lebih baik daripada membuat sesuatu yang 10% lebih baik.” Itu karena Anda harus berpikir segala sesuatu dari awal ke akhir, memikirkan kembali seluruh proses, dan mengabaikan aturan lama.

Networkers. Para pemimpin yang paling sukses tidak melakukan segala sesuatu sendirian; mereka cenderung memiliki jaringan yang beragam, yang mereka dapat terhubung dan dengan siapa mereka dapat terhubung. Orang dengan jaringan yang lebih besar mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, lebih sukses di pekerjaan-pekerjaan, dan lebih kreatif.

Hal terbesar tentang semua sifat-sifat ini adalah bahwa Anda dapat melakukan improvisasi terhadapnya. Bahkan peneliti Shawn Achor telah menunjukkan bahwa ia dapat melatih otak manusia untuk menjadi lebih bahagia.

Jadi manakah dari sifat-sifat ini yang akan Anda pilih untuk Anda agar lebih baik, agar menjadi pemimpin yang lebih sukses?

————-

Tulisan ini di adaptasi dari Bernard Marr dan diberikan tambahan poin-poin Islami oleh Adib Rofiqi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s