Kebutuhan Pada Sosok Termarjinal

​Pernah coba anda perhatikan tukang koran di pagi hari menawarkan barang dagangannya? Atau pernah anda mencoba memperhatikan petugas kebersihan tengah mengambil sampah dan memasukkannya ke dalam gerobak/ mobil kebersihan? Atau petugas kebersihan yang lembur malam dan berkutat dengan sisa-sisa produksi manusia?

Tapi saya menduga kalau anda memperhatikan. Baiklah anggap saja ini sebagai reminder, atau juga bagi mereka yang tak memperhatikan.

Selalu ada orang penting yang kita anggap eksistensinya sirna. Atau fana. Padahal kalau kita renungkan, justru kita yang membutuhkannya. Petugas kebersihan, pramuniaga, operator warnet, dan berbagai profesi lain yang sering kita jumpai. Kita saling membutuhkan, namun jauh di bawah alam bawah sadar kita, kita sebenarnya masih memarjinalkan mereka dengan merendahkan profesinya. Seperti misalnya jika kita doing joke, maka pekerjaan sebagai petugas kebersihan menjadi semacam instrumen bully. Entah mengapa semakin kekinian manusia semakin tumpul rasa empati dan nuraninya, dan seringkali pembunuhan nurani justru dikambinghitamkan dengan alasan ‘Kan cuma becanda bro, buat seru-seruan..ah gitu aja serius..’. Entah kenapa sekarang seolah-olah semua digampangkan justifikasi atas nama seru-seruan, atau biar kompak. Seru ndasmu..?

Akhirul kalam, kini banyak orang (saya generalisasi saja sekalian, biar kita peka) yang menganggap mereka rendah dan tak bertahta,  padahal tanpa mereka we’re nothing. Bahkan, orang cerdas/ jenius lebih membutuhkan banyak orang ketimbang orang biasa. Oh, coba mulai identifikasi lingkungan sekitarmu, jangan-jangan lebih banyak lagi orang termarjinalkan.

———–
Adib Rofiqi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s