Reward & Punishment

R&P baik sadar atau tidak pasti sering kita temukan. Baik itu berbentuk hukum formal (aturan organisasi) maupun hukum nonformal (budaya, norma, etika dll).

R&P ini memiliki dampak yang signifikan bagi kinerja dan hubungan interpersonal, karena R&P ini secara tidak langsung berkaitan dengan hierarki kebutuhan seperti dalam teori Abraham Maslow, baik pada tingkatan physiological needs, love and belonging needs maupun self actualization.

Pada physiological needs (kebutuhan fisik/materi), R&P dapat berbentuk insentif, bonus dan lain sebagainya yabg dapat dinominalkan. Sehingga ketika seseorang mendapat reward, maka physiological needs-nya mengalami pemenuhan, sebaliknya jika seseorang mendapat punishment, maka alat pemenuh kebutuhannya menjadi berkurang.

Demikian pula pada self actualization. R&P ini lebih bersifat immateril. Manakala seseorang mendapat reward (berupa pujian, apresiasi atau pengakuan atas eksistensinya di organisasi atau masyarakat), maka pemenuhan akan aktualisasi diri (kejelasan identitas atau peran sosial) terpenuhi. Sejalan dengan itu, maka hubungan interpersonal (individu dengan individu) juga mengalami perbaikan. Sebaliknya, manakala seseorang mendapat punishment (berupa ejekan, celaan, disrespect, boikot, gosip miring dll) maka pemenuhan akan self actualization menjadi terhambat, dan dampak lain adalah munculnya atau meningkatnya sentimen atau dalam skala kecil adalah hubungan yang tidak harmonis.

Jadi, sudah bijakkah kita dalam reward dan punishmemt di lingkungan sekitar?

Adib Rofiqi
————-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s