Gen Y: Generasi Kekinian

y-generation-foto-360-degreemarketing-com-auIlustrasi: Gen Y (sumber)

Prolog
Orangtua kita akan datang ke bank untuk ambil uang dan berbelanja di pasar atau mal. Pakdhe dan budhe lain lagi, beliau akan datang ke kantor zakat untuk menunaikan zakat mal, lainnya lain lagi akan ke kantor setiap hari untuk bekerja, lain lain lainnya berlangganan koran tiap paginya, sampai lupa bahwa ada Quran di lemarinya, bibi dengan rutin menyimak perhelatan akbar sinetron tiap malamnya.

Kurang lebih demikian aktivitas Baby Boomers dan Generasi X. Siapakah Baby Boomers dan Generasi X? Schofiled dan Honore berpendapat bahwa Baby Boomers ialah orang-orang yang lahir pada rentang waktu tahun 1946-1963, sedangkan Generasi X ialah orang-orang yang lahir pada rentang waktu tahun 1964-1981.[1] Generasi X dengan karaktersitik yang kolot, konvensional, runut, dan berbagai hal tradisional lain. Namun kita tidak akan membahas jauh Generasi X atau Gen X ini, kita akan sedikit mengulas generasi setelahnya, Generasi Y atau Gen Y.

Menurut Weiler, Gen Y adalah orang-orang yang lahir pada rentang waktu 1980-1994.[2] Selebihnya, yaitu kelahiran 1995 keatas ada yang menyebut sebagai Gen Z atau Post Millenial. Gen Y atau juga dapat disebut dengan The Millenials, The iPod Generation, The Me Firsts, The Internet Generation, The Echo Boomers, The Nintendo Generation, The Digital Generation, Generation Why, Generation Next, The I Generation, The Net Generation,[3] bahkan Oblinger menyebut generasi ini sebagai Facebook Generation.[4]

Source

Labels

Howe and Straus (2000) Silent Generation (1925-1943) Boom Generation (1943-1960) Generation 13 (1961-1981) Millenial Generation (1982-2000)
Lancaster and Stillman (2002) Traditionalists (1900-1945) Baby Boomers (1946-1964) Generation X (1965-1977) Millenial Generation; Echo Boomers; Generation Y; Baby Busters; Generation Next (1981-1999)
Martin and Tulgan (2002) Silent Generation (1925-1942) Baby Boomers (1946-1960) Generation X (1965-1977) Millenials (1978-2000)
Oblinger and Oblinger (2005) The Mature (<1946) Baby Boomers (1947-1964) Gen- Xers (1965-1980) Gen Y; NetGen; Millenials (1981-1995 Post Millenials (1995-present)
Tapscott (1998) Baby Boom Generation (1946-1964) Generation X (1965-1975) Digital Generation (1976-2000)
Zemke et., al., (2000) Veterans (1922-1943) Baby Boomers (1943-1960) Gen- Xers (1960-1980) Nexters (1980-1999)
Reeves and Oh (2008) Mature Generation (1942-1945) Boom Generation (1946-1964) Generation X (1965-1980) Millenial Generation (1981-2000) Generation Z (2001-present)

Sumber: Reeves, T. C.–Oh, E. (2007).

Sejak tahun 2000an telah mulai banyak dilakukan penelitian mengenai Gen Y ini, ada yang mengaitkannya dengan consumer behavior (perilaku konsumen), ada yang dengan motivasi dan pembelajaran, dan ada juga yang mengaitkannya dengan perilaku organisasi dengan berbagai macam aspeknya seperti komitmen, kepuasan kerja, turnover intention, dan lain-lain.

Karakteristik
Menurut Reeves dan Oh [5], ada 12 perbedaan 3 generasi yang ada. Sedangkan Gen Y memiliki karakteristik:

(1) Penghargaan tinggi untuk kepemilikian,
(2) Komitmen dengan organisasi dimana ia berkarir,
(3) Pada aspek kepentingan, Gen Y cenderung mengikuri seseorang yang dianggp pahlawan dalam hal integritas,
(4) Pada aspek pencapaian karir, Gen Y membangun karir secara parallel atau sejajar,
(5) ‘Pekerjaan yang bermakna’ menjadi sebuah penghargaan tersendiri bagi Gen Y ini, berbededa dengan Baby Boomers atau Gen X yang menafsirkan penghargaan dengan gelar, kantor pribadi, dan kebebasan dari beban kerja,
(6) Hubungan orangtua-anak pada Gen Y terhitung baik karena saling interaksi,
(7) Dalam keinginan memiliki anak, Gen Y cenderung pasti,
(8) Dalam kehidupan, Gen Y merasa atau akan melakukan perlindungan sebagai seorang anak,
(9) Pendidikan yang terstruktur lebih dipilih oleh Gen Y,
(10) Evaluasi bagi Gen Y akan dilakukan manakala mereka membutuhkannya,
(11) Memiliki komunitas idaman atau kelompok yang sejalan menjadi idaman bagi Gen Y dalam urusan politik,
(12) Pertanyaan besar dari Gen Y adalah : Bagaimana seharusnya kita menciptakan sesuatu?

Criterion

Boomers

Gen Xers

Millenials

Level of Trust Self-confident, no respect for authority Low respect for authority High respect for authority
Loyalty to institutions Cynical Naive Commited
Importance Seizing power Starting an enterprise Following a hero of integerity
Career goals Building a stellar career Building a portable career Building parallel careers
Rewards Title and corner office Freedom not to do anything Meaningful work
Parent-child involvement Receding Distant Intruding
Having children Controlled Doubtful Certain
Family life Indulged as Children Alienated as children Protected as children
Education Freedom of expression Pragmatic Structure od accountability
Evaluation Once a year with documentation “Excuse me, how am I doing?” Feednack whenever I want it
The big question Attacking oppression I-Individual and indifferent Craving community
Political orientation What does it mean? How does it work? How should we build it?

Source: Reeves, T. C.–Oh, E. (2007).

Gen Y jago IT?
Kenapa saya tanyakan hal ini? Karena sebagian besar menganggap Gen Y atau Generasi Kekinian ini melek IT. Padahal kenyataannya sebagian dari Gen Y ini harus berjuang keras untuk menguasai atau minimal melek IT.[6] Beberapa faktor yang menyebabkan mereka kurang melek IT ini bisa jadi (subyektifitas saya):
(1) Faktor Geografi, yaitu kurangnya akses untuk berinteraksi dengan IT, misalnya: berada di daerah yang belum tersentuh jaringan internet,
(2) Faktor Ekonomi, yiatu karena keterbatasan finansial untuk dapat mengkonsumsi IT dengan leluasa, yang ini tentu menjadi PR bagi pemerintah,
(3) Faktor Personal, yaitu faktor dari internal individu itu sendiri yang belum menyadari atau bahkan mengacuhkan pentingnya hidup berdampingan dengan IT.

Keunggulan Gen Y
Berbahagialah anda wahai Gen Y, menurut riset, Gen Y memiliki kelebihan-kelebihan. Di lingkungan rumah Gen Y memiliki kelebihan: Pendekatan dan keramah-tamahan pada semua usia, keseimbangan antara kerja dan hidup. Pada lingkungan Sekolah: Jaringan/ hubungan di luar organisasi, trust, fleksibilitas, dan sedikit prasangka. Sedangkan kelebihan di lingkungan universitas: fleksibel dan enerjik.

gy

Source: Carina Paine Schofield and Sue Honore (2009)

Okay, segini dulu pembahasan tentang Gen Y ya, kita lanjut lain kali. Thanks for reading. If you think this article is useful please help us to share this.
Adib Rofiqi
——-
References:
[1] Carina Paine Schofield and Sue Honore, “Generation Y and Learning”, The Ashridge Journal, 2009, 26-32.
[2] Angela Weiler, “Information-Seeking Behavior in Generation Y Studnets: Motivation, Critical Thingking, and Learning Theory”, The Journal of Academy Librarianship, 2004, Vol. 31, No. 1, 46-53.
[3] Carina Paine Schofield and Sue Honore, “Generation Y and”, 26-32.
[4] D. Oblinger and J. Oblinger, Educating The Net Generation, Washington D.C.: EDUCAUSE.
[5] Reeves, T. C.–Oh, E. (2007). Generational Differences. Handbook of Research on Educational Communications and Technology, 295–303.
[6] Carina Paine Schofield and Sue Honore, “Generation Y and”, 26-32.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s