NU Dalam Sidang Konstituante

Bismillah
Hingga hari ini perdebatan mengenai dasar negara Indonesia masih selalu hangat untuk dibicarakan. Adalah Sidang Konstituante yang membahas mengenai dasar negara, yang dihadiri oleh berbagai anggota dari berbagai fraksi. Musyawarah untuk menentukan 3 dari pilihan dasar negara, yaitu Indonesia berdasarkan: Panca Sila, Islam, ataukah berdasar Sosial-Ekonomi.

Salah satu fraksi yang mendukung Islam sebagai dasar negara Indonesia adalah fraksi Nahdlatul Ulama. Ada tiga tokoh dari NU, berikut ini akan kami jabarkan keterangan dari KH Achmad Zaini. Sumber utama tulisan ini adalah buku “Tentang Dasar Negara Republik Indonesia Dalam Konstituante” yang diterbitkan oleh DPR pada tahun 1958. Beberapa ayat Al Quran dan Hadits tidak saya sertakan teks Arabnya.

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Dengan nama Allah Penjajang serta pengasih rachmat dan salam mudah-mudahan atas Nabi Besar Muhammad sallallahu alaihi wasallam serta keluarga dan sahabatnja pun djuga pengikut-pengikutnja sampai hari kiamat. Amma bakdu;

Saudara Ketua dan Sidang iang terhormat. Sjukur alhamdulillah saja pandjatkan kehadlirat Ilahi jang sebesar-besarnja. Karena kita sekalian didalam Madjelis iang mulia ini dapat berkumpul kembali dalam keadaan riang gembira serta sehat wal’afiat dengan membawa tjita-tjita dan maksud jang sama ialah untuk bermusjawarah antara kita sekalian dengan segala keichlasan serta maksud jang sutji untuk mernbawa Negara kita dengan rakjat kealam jang makmur dan bahagia, tenteram dan aman baik lahir maupun bathin. Untuk itulah kita sekarang ini bermusjawarah menjusun Undang-undang Dasar Negara kita jang telah diamanatkan oleh rakjat dengan melalui pemilihan umurn. Tugas jang berat ini tapi sutji dan mulia, akan kita tunaikan dengan sebaik-baiknja dengan mengharapkan kekuatan serta petundjuk dari Tuhan Jang Maha Kuasa. Amien. Saudara Ketua dan Sidang jang terhormat, didalam kita menudju tjita-tjita dan pelaksanaan amanat tersebut diatas, maka dengan meialui Madjelis ini kita telah beberapa kali mengadakan permusjawaratan dengan segala kesungguhan serta keichlasan didalam suasana persaudaraan jang penuh dengan toleransi. Hingga benar-benar terlihat dari segala pihak untuk  mempertemukan pendiriannja masing-masing demi untuk mentjari kebenaran jang hakiki jang mendjadi kerinduan dari tiap-tiap manusia jang sempurna. Saudara Ketua jang terhormat. sebagaimana telah sama-sama kita ketahui dari hasil usaha komisi-komisi jang telah dibentuk oleh Panitia Persiapan Konstitusi (P.P.K.) dalam Sidangnja pada bulan Agustus sampai dengan achir bulan September tahun 1957, telah dapat meregistrasi dari segala keinginan-keinginan Partai dan Aliran jang ada dalam Konstituante guna didjadikan bahan pembahasan dan achirnja diputuskan oieh Pleno dalam masa sidangnja sekarang ini. Diantara hasil-hasil itu kita djumpai tjatatan dari Komisi I mengenai Dasar Negara jang tersimpul dalam tiga matjam pokok:

  1. Sosial-Ekonomi
  2. Islam dan
  3. Pantja Sila.

Saudara Ketua jang terhormat, didalam membahas dan memusjarwarahkan sesuatu harus diperhatikan benar-benar oleh masing-masing dari kita untuk dapat diharapkan mentjapai hasil jang sebaik-baiknja kesungguhan dan tudjuan mentjari kebenaran jang hakiki itu semata-mata. Dalam hal ini pasti akan meminta keichlasan jang sebesar-besarnja untuk menerima segala jang benar dan hak itu,sekalipun agak berbeda dengan paham serta pendiriannja semula. HaI ini benar-benar kita tjamkan bersama bilamana kita betul-betul rnempunjai rasa tanggung-djawab jang sebesar-besarnja terhadap rakjat jang telah memilih kita ini. Lebih-lebih sebagai bangsa jang ber-Tuhan-harus merasa bertanggung-djawab kepadanja kelak dikemudian hari. Maka demi untuk rnentjari kebenaran ini kita bermusjawarah dan diatas kebenaran itulah kita akan menjusun Undang-undang Dasar Negara kita jang abadi.

Hanja Tuhanlah sumber segala kebenaran dan dengan petunjuknja pula kita akan mengudji segala keinginan dan kehendak kita sekaliannja.

Saudara Ketua jang terhormat, sekarang saja tetah sampai pada pokok pembahasan saja dalam kesempatan Pemandangan Umum babak ke-I tentang Dasar Negara kita.

Dalam hal ini saja akan menindjau dan memperbandingkan antara tiga pokok dasar sebagai jang telah dihasilkan oleh Komisi I dari Panitia Persiapan Konstitusi (P.P.K.) itu. Saudara Ketua jang terhormat. Fraksi saja. Fraksi Nahdlatul Ulama (N.U.) sebagai Fraksi dari Partai Politik Islam sesuai dengan anggaran dasarnja pasal 2 ajat a dan b dan program perdjuangannja bagian pertama ajat (2) bertjita-tjita dan memperdjuangkan terwudjudnja suatu Pemerintah dinegara kita ini jang berdasarkan Islam sebagai realisasi dari Proklamasi tanggal 17 Agustus tahun 1945 jang bersumber pada Panitia Persiapan Kemerdekaan Negara Indonesia, jang benar-benar merupakan perwudjudan dan kenjataan dari perdjuangan bangsa kita setjak berpuluh-puluh tahun jang berselang jang kesemuanja itu betul-betul bersumberkan serta terdorong oleh adjaran-adjaran agama Islam disarnping djuga kebangsaannja jang berkobar-kobar. Hai ini kiranja tidak perlu saja uraikan dengan pandang lebar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s