Manajemen Perjalanan & Relawan Kemanusiaan

Manajemen Perjalanan Yang kami sarikan dari lecture Wahyu Mulyono untuk relawan Peduli Muslim.

  • Bagaimana melakukan kegiatan di alam terbuka & di lokasi bencana?
    Manajemen perjalanan pada prinsipnya menyiapkan dan mengatur perjalanan sebaik-baiknya dan menyiapkan antisipasi kemungkinan terburuk yang bisa terjadi. Prepare for the worst that could be happened.
  • Manajemen perjalanan?
    Manajemen = perencanaan
    Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi  dan menggunakan sumber daya.

  • 4 hal utama dalam manajemen
    -Perencanaan (Planning)
    5W 1H perlu ditanyakan untuk menentukan tujuan perencanaan.
    -Pengorganisasian (Organizing)
    Koordinasikan SDM & SD yang dimiliki, menentukan job desc agar rata dan agar tidak terpusat di leader. Job desc dirancang sesuai porsi SDM, sesuai kapasitas SDM dan menentukan SOP.
    -Memimpin (Leading)
    Membantu anggotanya bekerja sebaik mungkin.
    -Pengendalian (Controlling)
    Satu tim tujuannya sama dan solid, kembali mengingat niat (lillahi ta’ala).
  • Apa yang pertama kali dilakukan ketika tiba di lokasi bencana?
    Utus tim advance untuk survey, lapor pada camat atau bupati atau walikota atau incident commander untuk bekerja sebagai relawan resmi agar legal. Proses asesmen.
  • 4 kemampuan dasar dalam kegiatan di alam terbuka & relawan
    -Kemampuan teknis
    Kemampuan fisik (agar tidak menyusahkan orang lain, jangan sampai menjadi yang ditolong, karena tugas utamanya menolong)
    -Kemampuan kemanusiawian
    Cari pusat-pusat ikhwan yg ada disekitar bencana, mengajak ikhwan yg ekonominya kurang untuk diajak bersama menyumbang tenaga menjadi relawan agar naik martabat ikhwan tersebut.
    -Kemampuan dalam pemahaman lingkungan
    Selalu bertanya akan kondisi lingkungan, misalnya pada bencana banjir pertanyaan yang dimunculkan ialah: apakah ada banjir susulan? Kemudian memposisikan diri pada posisi yang aman.
  • Antisipasi bahaya dan meminimalisir resiko
    -Bahaya obyektif (diluar kemampuan manusia)
    -Bahaya subyektif (human eror), biasanya terlalaikan.
  • Prinsip 5W + 1H
    -What? Tujuan perjalanannya untuk konteks apa?
    -Where? Kemana tujuannya.
    -Who? Apakah berangkat sendiri atau tim. Siapakah yang bersama kita.
    -Why? Untuk apa perjalanan dilakukan, apakah untuk menikmati keindahan alam, ataukah riset tanaman ataukah membuat film, ataukah diklatsar. Mengapa menyalurkan bantuan ke tempat tersebut.
    -When? Apakah berkaitan dengan musim atau fenomena alam tertentu.
    -How? Bagaimana cara tim kesana. Mencari NGO lokal. Cari semua simpul informasi yang berkaitan, jangan hanya puas dengan informasi satu sisi.
  • Jika minim informasi mengenai tempat?
    Cari kontak orang yang pernah di tempat tersebut. Kirim tim advance.
  • Penjelasan komprehensif HOW:
    Berapa orang jumlah rombongan?
    Bagaimana kondisi terakhir di lokasi?
    Bagaimana cara untuk dapat sampai di lokasi?
    Bagaimana cara untuk dapat sampai di lokasi?
    Bagaimana perizinan dan syarat-syaratnya?
    Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk perjalanan/ di tempat bencana?
    Peralatan & perlengkapan apa saja yang dibutuhkan?
    Berapa banyak perbekalan/makanan yang dibutuhkan?
    Bagaimana jika terjadi hal emergency?
    Berapa anggaran biaya yang kita butuhkan?
  • Selalu gunakan jalur resmi dan patuhi SOP.
  • Selalu kabari perkembangan dimana lokasi terakhir, jika berpindah tempat maka segera memberi kabar pada posko, atau sebelum berangkat memberikan konfirmasi terlebih dahulu.
  • Harus dijadwalkan pelaporan rutin harian pergerakan tim yang melaporkan pada posko pusat (markas).
  • Jangan minum suplemen energy. Lebih dianjurkan minum madu. Jika memang letih maka jangan dipaksa, istirahat.
  • Jangan terlalu banyak menggunakan tenaga otot, koordinasi dengan TNI untuk bekerja otot seperti misalnya: membersihkan rumah dari air banjir, menggali tanah, dan lain sebagainya.
  • Tahap perencanaan, 5-6 orang berisikan:
    -Orang yang benar-benar mengetahui, memahami dan mau bertindak terhadap organisasi/tim.
    -Orang yang diakui dan mampu dalam perencanaan perjalanan besar.
    -Orang yang saat itu dianggap menjadi salah satu nahkoda perjalanan.
    -Orang yang dianggap berwawasan luas dan mampu memberikan masukan, baik konsep, ide, pendapat, maupun yang bersifat teknis.
  • Tahap persiapan:
    Bidang administrasi, misalkan mengurusi tiket, visa dan perijinan lain.
    Bidang teknis, misalkan teknis jalur memasuki daerah bencana.
  • Tahap pelaksanaan
    Diawali dengan memberangkatkan tim advance (pendahulu), melakukan observasi apakah daerah bencana membutuhkan relawan dalam jumlah besar atau sedikit. Jika sedikit maka cukup tim advance tersebut yang melakukan program penyaluran bantuan. Jika banyak maka memberikan laporan ke markas.
  • Tahap penyelesaian
    Memberikan laporan pelaksanaan.
    Tim harus solid setelah program terencana.
    Leader ekspedisi dan ketua organisasi harus memotivasi agar tim memberikan/menyelesaikan laporan.

Adib Rofiqi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s