Isu-isu Kontemporer Manajemen Dakwah

Berangkat dari diskusi hari itu (Selasa, 25 April 2017) mengenai isu-isu kontemporer yang diselenggarakan oleh SCREMD, pembahasan lain saya rasa diperlukan guna memperluas topik cabang dari prodi manajemen dakwah. Memang benar panelis telah menyapaikan beberapa pandangannya mengenai isu-isu kontemporer. Namun menurut hemat saya, isu-isu yang dibawakan masih pada tataran surface (permukaan) atau mungkin bahkan jauh dari grand maps manajemen dakwah.

Pada topik ini saya ingin membahas isu-isu kontemporer manajemen dakwah dari dua sudut pandang dasar: manajemen dan dakwah.

Manajemen:

  1. Gen Y (Millenial)

Gen Y atau Generasi Millennial menjadi salah satu isu kontemporer yang menarik untuk dibahas. Generasi millennial adalah anak-anak yang lahir pada tahun 1982-2000. Isu ini menarik dibahas karena tidak dipungkiri bahwa dalam 5-10 tahun yang akan datang populasi karyawan dan entrepreneur akan diisi oleh mayoritas Gen Y dan mulai tersingkirnya Gen X (generasi sebelumnya).

  1. Employee Engagement

Tingkat employee engagement di lingkungan masih di bawah sehat, setidaknya hal itu yang diungkapkan oleh Husein Samy dalam Majalah SWA. Karyawan dengan tingkat employee engagement tinggi akan bekerja lebih dari KPI nya, alias bekerja tidak sekedar menggugurkan kewajiban.

  1. Diversity Management

Diversity (keragaman) menjadi isu yang semakin panas untuk dibicarakan. Diversity tidak hanya terbatas pada perbedaan gender, namun lebih luas lagi pada berbagai latar belakang sosial, termasuk pula pada kaum difabel yang di Indonesia masih sedikit keterlibatannya dalam dunia kerja.

  1. Technological Tool for HR Management

Isu ini penting untuk dielaborasi memandang bahwa perkembangan teknologi baik hardware dan software begitu pesat saat ini, hampir setiap tahun Microsoft merilis fitur atau alat baru untuk menunjang kinerja manusia. Saat ini telah banyak teknologi yang menunjang proses manajerial yang harus banyak dikuasai oleh akademisi dan praktisi manajemen.

  1. Islamic View on Marketing Ethic

Keilmuan keislaman perlu terus digali dan diintegrasikan ke dalam struktur manajemen, termasuk salah satunya pada sub domain manajemen pemasaran, apakah nilai-nilai Islam telah diterapkan entrepreneur dan perusahaan? dimanakah perbedaan dengan sistem pemasaran konvensional yang cenderung kapitalis atau neo liberalis?

  1. E-Gethuk Tular (E-Word Of Mouth)

Word of mouth adalah aktivitas konsumen yang menguntungkan penjual, di era globalisasi teknologi, aktivitas tersebut dapat dilakukan melalui internet dengan menggunakan media sosial, web resmi, atau aplikasi obrolan seperti whatsapp, BBM, Line, dan lain-lain.

  1. Social media marketing

Pengguna sosial media di Indonesia terus meningkat tajam, terutama untuk sosial media yang ada pada fase mature seperti Instagram, setelah sebelumnya Facebook dan Twitter sempat merajai penggunaan sosial media. Fenomena ini sangat menarik untuk diteliti memandang bahwa sosial media banyak digunakan di Indonesia, terutama oleh Gen Y dan Post Milenial.

Dakwah

  1. Aksi 212

Aksi damai ini menjadi satu-satunya penggerakan massa dalam jumlah besar sejak reformasi 1998 dan menariknya tidak terjadi kericuhan sama sekali, diklaim gerakan ini menyedot massa hingga 7 juta manusia dari berbagai kelompok dalam Islam, bahkan hingga non Muslim pun juga banyak yang mengikuti peristiwa besar menuntut keadilan ini.

  1. Roti al Maidah

Aksi 212 tidak hanya berporos dan selesai pada penggerakan massa, lebih jauh dari itu menjadi salah satu poros pergerakan ekonomi umat Islam dari infaq selama aksi 212 sebagai modal.

  1. Koperasi Syariah 212

Aksi 212 juga berdampak positif pada perekonomian makro umat Islam dengan akan dilaunchingnya minimarket 212.

  1. Umroh dengan metode pemasaran MLM

Gairah untuk beribadah ke tanah suci semakin meningkat manakala masyarakat mengetahui keutamaannya dan disisi lain antrian untuk menunaikan haji sangat lama. Sehingga salah satu cara untuk segera dapat beribadah ke tanah suci ialah dengan menunaikan umroh. Banyak travel berdiri menyediakan jasa ini, termasuk salah satu cara pemasarannya ialah dengan model MLM. Menariknya, MUI pada tahun 2012 telah mencabut sertifikat halal dari 2 perusahaan umroh yang memasarkan jasanya dengan metode MLM.

Adib Rofiqi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s