Retorika Kekinian & Privacy Jurnalistik

Kadang sering gamang juga, hendak menulis narasi dengan retorika wah atau dengan model resmi memperhatikan environment, jurnalistik & public privacy.

Ma’ruf (lazim) kita ketahui bersama beberapa tulisan dengan retorika wah bagi generasi Y memiliki impact yg signifikan, yang saya maksud retotika wah ini seperti di dalamnya termuat: penyebutan nama/merk/lembaga, penyertaan kejadian yang sebenarnya remeh temeh alias klise, pendeskripsian privasi orang dan beberapa macam hal lain yang sebenarnya bukan konsumsi publik.

Tulisan dengan retorika wah alias kekinian itu memang memiliki efek pengaduk emosi yang luar biasa. Foto luka korban perang, foto korban kecelakaan, foto full penderita sakit kronis yang hingga menampakkan anggota tubuh (atau bisa juga aurot) yg lazim ditutupi, pendeskripsian kondisi korban bencana alam dengan berlebihan, dan berbagai perangkat retorika kekinian yang bisa kita jumpai di situs dan media sosial yang mana menjadi habitat generasi Y ini.

It has at least two impacts; baik & buruk. Buruk, minimalnya untuk menaikkan trafic web & pelanggaran privasi. Baik, misalnya penggalangan donasi kemanusiaan. Itu minimalnya, maksimalnya? You can guest it what.

Kenapa gamang? Ya, meskipun di sana mungkin terdapat ajakan baik, tapi it’s emotional dan kasuistik juga tematik, sehingga kadang lekang oleh zaman, sehari dua hari kemudian tulisan itu jadi basi. In fact, tulisan dengan retorika kekinian itu tak jarang juga menabrak privasi.

It is bad? or it is good? Can’t answer that straight, but it is what it is.
For your enrichment, just imagine this. Misalnya kalimat :

“Kami butuh support anda untuk para generasi muda.”

bandingkan dengan

“Mari dukung Joko Tansil sang tuna asmara dari Karanganyar, jomblo baik hati dan suka boncengin teman, kadang juga nggak makan, dan baru baru ini baru saja dompet bututnya raib dijambret rampok segerombolan, jomblo yang kesepian seminggu full tanpa prei ini untuk segera mendapat gebetannya yang entah dimana.”

Tentu emosi kita lebih teraduk yang bawah. Tapi jika dicermati, yang bawah melanggar banyak privasi.

But it is what it is.

Adib R

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s