Inspiratif: Kotak Infaq Sosial di Masjid

Kemanusiaan di Sekitar

Pogung Rejo dulu (dan mungkin sekarang) menjadi dusun dengan banyak keluarga miskin. Bisa dilihat dari banyaknya rumah semi permanen yang ada disepanjang bantaran Sungai Code, demikian pula ketika pembagian zakat fitrah maupun daging kurban pada Idul Qurban.

Tidak adakah tindakan dari pemerintah?
Tidak adakah tindakan dari NGO?
Tidak adakah tindakan dari masjid sebagai pusat budaya Islam?

Pemerintah dengan berbagai upaya nya terus memberikan perhatian pada keluarga miskin, saya tidak hendak menyebut siapa, jika pun dirasa kurang karena memang keterbatasan. NGO dari berbagai kalangan juga telah banyak membantu, sebutlah salah satunya yang saya jelas tau kiprahnya adalah Peduli Muslim dengan berbagai programnya. Lalu bagaimana dengan Masjid Al ‘Ashri ?

Masjid Al ‘Ashri dalam pembahasannya secara budaya saya kira telah berbuat banyak. Tidak jarang para tokoh takmir masjid dan para sesepuh mengeluarkan biaya dari kantongnya sendiri untuk menyantuni warga kurang mampu. Dari sisi manajemen, sudah sejak 1 atau 2 tahun lalu (jika tidak salah ingat), masjid Al ‘Ashri memiliki kotak infaq sosial.

Benar, di Al ‘Ashri ada setidaknya 4 macam kotak infaq: infaq operasional masjid, infaq tabungan ke tanah suci, infaq sosial, dan infaq kajian. Saya ingat yang begitu semangat akan adanya infaq sosial ini adalah Pak Pur, karena memang dirasa pentingnya infaq ini.

Infaq sosial ini dibuat dengan alokasi: santunan fakir miskin, santunan kematian, santunan biaya pendidikan, dan berbagai acara masjid Al ‘Ashri yang sifatnya sosial (bukan operasional). Dilema
Namun terkadang menjadi sebuah dilema manakala yang diberi santunan disisi lain tidak amanah dalam membelanjakan harta, misalnya kepala KK miskin yang ekonomi keluarganya tidak stabil justru mengalokasikan atau mengamankan sebagaian dari penghasilan untuk membeli rokok (dan ini banyak terjadi). Dilain sisi, anak & istrinya memang membutuhkan bantuan.

Beberapa tokoh takmir pun tidak setuju jika memang demikian kasusnya, akibat adanya uang sosial, kemudian jadi ‘njagakne’. Oleh sebabnya, memberikan santunan memang banyak pertimbangan. Tapi setidaknya ada peran Masjid baik dalam hal ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s