ICS Sebagai Referensi Penanganan Bencana

Hari ini, Sabtu (19/10/2019) saya mengikuti workshop yang diadakan oleh Magister Manajemen Bencana UPN Veteran. Banyak hal baru dan menarik yang saya pelajari di kesempatan kali ini terkait penanganan bencana. Yang mana jamak diketahui bersama bahwa negeri kita ini memiliki banyak potensi bencana baik karena manusia atau alam.

Tema hari ini adalah ICS sebagai Referensi Penanganan Darurat Bencana. Poin pertama yang perlu disadari bahwa, dalam konteks ini ICS adalah referensi tidak resmi yang dapat digunakan penanganan bencana di Indonesia oleh Pemerintah (BNPB, BPBD), adapun secara resmi Pemerintah menggunakan PERKA BNPB untuk menjalankan operasi penanganan bencana. Menurut Pak Danang (BPBD Yogyakarta), sebenarnya PERKA BNPB pun banyak mengadopsi dari ICS. Lalu apakah ICS?

ICS adalah akronim dari Incident Command System. Sebuah sistem penanganan darurat yang ditemukan dan di Amerika, lebih tepatnya di California pada tahun 1968. Namun secara resmi ICS menjadi NIMS (National Incident Management System) di US pasca peristiwa 9/11. ICS sendiri adalah sistem yang harus dipahami siapa saja yang ingin bergerak untuk penanganan kedaruratan baik dalam skala kecil maupun besar. Mengapa digunakan terminologi incident (insiden) dan bukannya disaster (bencana)? Sebab insiden lebih umum daripada bencana, dan seluruh bencana bermula dengan insiden. Insiden mencakup berbagai bentuk bencana, baik besar maupun kecil, sehingga ICS ini dapat diterapkan pada kasus kecelakaan di jalan raya, bahkan kasus besar seperti gempa, badai, tsunami dan bencana besar lain.

Dengan dekrit demikian, maka ICS pun memiliki otorisasi penyetandaran kompetensi dasar untuk bergerak di penanganan insiden. Sehingga tidak sembarangan orang dapat bergerak kecuali dengan memiliki kompetensi ICS ini yang dibuktikan dengan adanya sertifikat. Semua operasi ICS di US ini dibiayai dengan anggaran negara, sehingga untuk menjaga efektif dan efisien operasi, pemahaman dasar mengenai ICS adalah harga mati. Setiap orang yang telah selesai mengikuti pelatihan ICS, akan memahami tugas dan tanggung jawabnya dalam operasi penanganan insiden.

Dengan bahasa lain, ICS adalah seperangkat SOP, Tugas dan Wewenang yang membahas seluruh ekosistem penanganan insiden, yang membahas hal pokok hingga cabang-cabang secara lengkap. Beberapa kunci pokok dari ICS ini adalah Unity of Command, Commond Terminology, Management by Objective, Flexible and modular organization, Span of control, Coordination, dan Incident Action Plan.

Di US sendiri salah satu alasan adanya ICS sebagai NIMS adalah karena tidak banyak orang secara sukarela untuk bergerak dalam penanganan bencana. Lalu bagaimana kasusnya jika di Indonesia yang mana SDM relawan untuk penanganan bencana sendiri sangat banyak?

berlanjut
_
Adib R
Publication Staff of Peduli Muslim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s