Isu-isu Kontemporer Manajemen Dakwah

Berangkat dari diskusi hari itu (Selasa, 25 April 2017) mengenai isu-isu kontemporer yang diselenggarakan oleh SCREMD, pembahasan lain saya rasa diperlukan guna memperluas topik cabang dari prodi manajemen dakwah. Memang benar panelis telah menyapaikan beberapa pandangannya mengenai isu-isu kontemporer. Namun menurut hemat saya, isu-isu yang dibawakan masih pada tataran surface (permukaan) atau mungkin bahkan jauh dari grand maps manajemen dakwah.

Pada topik ini saya ingin membahas isu-isu kontemporer manajemen dakwah dari dua sudut pandang dasar: manajemen dan dakwah.Read More »

Advertisements

Fundamental Islamic perspective of work ethics

Bismillah

Beberapa hari lalu saya mendapatkan jurnal ini, di kampus. Oiya, bagi yang mau download bisa di alamat ini, tapi syaratnya harus lewat wifi kampus ya. http://dx.doi.org/10.1108/JIABR-02-2014-0006

Jurnalnya berbicara apa sih?
Karena saya sedang tertarik membahas masalah etika, dan itulah alasan penelitian saya juga bertema etika jadi jelas jurnal ini membahas mengenai etika.
Eits tunggu dulu, ada yang menarik pada jurnal ini. Pada umumnya jurnal mengenai etika kerja Islam yang saya temui dan saya baca biasanya menggunakan pendekatan ilmu manajemen atau ilmu psikologi dan atau ilmu sosial. Jurnal ini beda.
Read More »

Travel Umroh di Jogja

umroh-murah-maret-2015Umroh 16jt..! Demikan bunyi tagline di baliho atau di postingan media sosial yang berkeliaran di linimasa. Tunggu dulu, jangan tergoda dengan harga yang murah. Anda mau umroh murah tapi terlantar dan –kemungkinan terburuk- jadwal pesawat yang tidak tentu? Hotel yang panas sampai menyebabkan sakit? Untuk ibadah tak perlu takut keluar biaya banyak, insyaAllah kalau ikhlas akan diganti oleh Allah dengan yang lebih baik dan lebih berkah.

Read More »

Knowledge: Senjata Masa Kini

Pengetahuan menjadi aset berharga dan sumber daya pasti[1] bagi organisasi untuk dapat berkembang pada era kebebasan informasi ini, sedangkan kinerja maksimal menjadi salah satu kunci utama keberlangsungan organisasi. Pengetahuan adalah salah satu aset tak berwujud (intangible assets) yang tidak bisa lagi dianggap remeh, bahkan menurut Francis Bacon’s, pengetahuan menjadi kekuatan. Bukti-bukti menunjukkan bahwa pergeseran orientasi para pelaku bisnis telah terjadi. Pada tahun 1929 rasio penggunaan intangible assets dengan tangible assets berkisar antara 30:70 %, tetapi pada tahun 1990 menjadi 63:37 %. Penelitian lain mengungkapkan pada tahun 1978 nilai dari aset perusahaan masih bersifat fisik sebesar 80%, dan hanya 20% yang terkait dengan aset pengetahuan, pada tahun 1998 titik berat perusahaan pada aset pengetahuan yakni 70% dan 30% adalah aset berbentuk fisik.[2]
Read More »

Membedah 7 Klaim “Prestasi” Ahok Yang Sering Disebut Pendukungnya

(PENDAPAT.ID) Jakarta telah berada pada era “pencitraan” dimana terkadang persepsi terlalu jauh berbeda dengan realita yang ada. Di negeri yang menganut sistem pemilihan suara terbanyak, terkadang banyak opini yang dihembuskan untuk mengaburkan fakta yang sebenarnya. Inilah 7 klaim tentang Penguasa Jakarta yang dapat dikelompokan sebagai kisah yang berbeda antara persepsi dan realita yang ada.

1. Hanya di masa sang penguasalah, program “pengerukan” sungai benar-benar berjalan.
Faktanya, program “pengerukan” sungai merupakan bagian dari masterplan pengendalian banjir yang memang dijalankan sejak sebelum penguasa berkuasa. Lebih uniknya, program tersebut merupakan program Pemerintah Pusat. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memiliki 6 Proyek Penanganan Banjir Jakarta yang sudah & akan dikerjakan oleh Kementerian PU selama 2011-2016, meliputi Normalisasi Kali Pesanggrahan, Kali Angke, dan Kali Sunter (2011-2014), Penambahan pintu air Manggarai dan pintu air Karet serta optimalisasi Kanal Banjir Barat (KBB) (2012-2014), Normalisasi Kali Ciliwung lama (2012-2014), Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI) atau Jakarta Urgent Flood Mitigation Project (JUFMP) (2013-2015), yang mengeruk & menormalisasi 13 sungai, Normalisasi Kali Ciliwung (2013-2016), dan Sodetan Kali Ciliwung-Kanal Banjir Timur (2013-2015)[1]

Mengatakan hanya di masa penguasa Jakarta saat ini, program “pengerukan” sungai benar-benar berjalan juga keliru mengingat Penguasa Jakarta sebelumnya (Fauzi Bowo), yang telah dicap gagal, juga telah melakukan beberapa kontribusi terkait penanganan banjir di Jakarta, seperti menyelesaikan Proyek Kanal Banjir Timur sepanjang 23.6 Km yang membebaskan 2,7 juta warga di 15.000 ha daerah rawan banjir dan juga melakukan normalisasi 10 sungai (Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) DKI Jakarta 2007-2012).Read More »