Wahhabi Dalam Pandangan Soekarno

Dialog Soekarno-A Hassan
Dialog Bung Karno – A. Hassan

Memperkuat literatur yang beredar di sosial media. Berikut saya tambahkan literatur sekunder (karena diambil dari sumber kedua dari tulisan pokok). Tulisan berikut adalah tulisan dari Ir. Soekarno di majalah Pandji Islam tahun 1940 nomor 12 dan 13. Kemudian oleh Ust M. Thalib dikutip dalam buku “pembaharuan faham Islam di Indonesia: Dialog Bung Karno – A. Hassan”. Berikut kami ketik kembali dengan edit seperlunya.

Read More »

Pergi Pagi Pulang Petang?

Sounds familiar:
Dalam sebuah seminar di Bank milik BUMN saya ditanya oleh salah seorang eksekutifnya. ‘Pak Paulus, apa Bapak pernah diajak ‘meeting’ Pak Prijono (Presdir Astra) setelah jam 7 malam?’ tanyanya dengan mimik serius. ‘Hah, di atas jam 7 malam?’ saya terkejut mendengar pertanyaan itu. ‘Lho kok kaget, pernah atau sering Pak,’ tanya si eksekutif lagi. ‘Selama tiga tahun di bawah Pak Pri, saya belum pernah sekali pun diajak ‘meeting’ mulai jam 7 sore apalagi jam 7 dan di atasnya,’ kali ini saya menjawab juga dengan mimik serius.

Read More »

Ibadahmu Islam, Muamalahmu sekuler?

​Maraknya  PHK, tidak stabilnya harga kebutuhan primer, bahkan hingga melemahnya nilai tukar rupiah adalah beberapa contoh dampak dari kurangnya pendidikan Islam pada pemeluknya, hingga akhirnya ke-latah-an atau ke-awam-an ini terbawa hingga ke kalangan pemangku amanah ummat.
Selama ini jika kita perhatikan secara seksama, kualitas keIslaman para pemangku jabatan ini tidak jauh beda dengan kualitas anak usia sekolah dasar, stagnan pada hal-hal fundamental dan kurang membuka khazanah pada tingkatan ilmu agama yang lebih tinggi dan tentu dibutuhkan pada waktunya.Read More »

Sangarnya Ulama dihadapan Umaro

Alkisah, Muhammad bin Sulaiman (umaro) menulis surat ke Hammad bin Salamah (ulama),  keduanya hidup di abad 4 hijriyah. Lalu surat tersebut dititipkan ke orang kepercayaan beliau untuk disampaikan ke sang ulama.

Sampailah utusan sang umaro ke rumah sang ulama. Kemudian Hammad bin Salamah menyuruh budak perempuannya yg masih kecil untuk menengok,

‘Nduk kono dipirsani sopo le neng ngarep lawang’

‘Njih Pak Yai’ Jawabnya

Read More »